RADIASI TEGANGAN TINGGI???

tgs kuliah saya. saya menulis ini ditengah kontroversial tentang kasus SUTET. seperti yang diketahui bahwa distribusi energi listrik tidak dapat langsung disalurkan dari pusat pembangkit ke konsumen hanya dengan satu kawat, karena sesuai dengan hukum ohm dan kirchoff bahwa semakin panjang kawat yang dilalui, maka hambatan dalam semakin besar. untuk itulah kita perlu jaringan transmisi.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.    LATAR BELAKANG

Sampai sekarang masyarakat masih khawatir tinggal dibawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV. Ketakutan ini tampaknya berawal dari pernyataan ahli Epidemiologi bahwa SUTET dapat membangkitkan medan listrik dan medan magnet yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Masyarakat bahkan ada yang mengeluh pusing-pusing walaupun belum dapat dibuktikan penyebabnya. Kehadiran medan listrik dan medan magnet di sekitar kehidupan manusia tidak dapat dirasakan oleh indera manusia, kecuali jika intensitasnya cukup besar dan terasa hanya bagi orang yang hipersensitif saja. Medan listrik dan medan magnet termasuk kelompok radiasi non-pengion. Radiasi ini relatif tidak berbahaya, berbeda sama sekali dengan radiasi jenis pengion seperti radiasi nuklir atau radiasi sinar rontgen.

Medan listrik dan medan magnet sudah ada sejak bumi kita ini terbentuk. Awan yang mengandung potensial air, terdapat medan listrik yang besarnya antara 3000 – 30.000 V/m. Demikian juga bumi secara alamiah bermedan listrik (100 – 500 V/m) dan bermedan magnet (0,004 – 0,007 mT). Di dalam rumah, di tempat kerja, di kantor atau di bengkel terdapat medan listrik dan medan magnet buatan. Medan listrik dan medan magnet ini biasanya berasal dari instalasi dan peralatan listrik, antara lain berasal dari :  sistem instalasi dalam rumah,   lemari pendingin, AC, kipas angin, pompa air, televisi, mesin tik elektronik, mesin photocopy, komputer dan printer, mesin las, kompresor,   saluran udara tegangan rendah/menengah (SUTR/M) yang berdekatan, dan lain-lain. Pada sistem instalasi yang bertegangan dan berarus selalu timbul medan listrik. Tetapi medan listrik ini sudah melemah karena jaraknya cukup jauh dari sumber.

1.2.    TUJUAN

Pemahaman lebih lanjut mengenai dampak dari SUTET sangatlah penting agar tidak terjadi kontroversi dan ketakutan yang berlebihan terhadap transmisi SUTET. Oleh karena itu, setelah membaca makalah ini, pembaca diharapkan mengerti mengenai dampak SUTET yang sesungguhnya, sehingga tidak ada lagi simpang siur pendapat khususnya pada orang awam.

1.3.    RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah pengaruh radiasi SUTET terhadap kesehatan manusia?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1     Proses Terjadinya Radiasi

Elektron bebas yang terdapat dalam udara di sekitar jaringan tegangan tinggi, akan terpengaruh oleh adanya medan magnet dan medan listrik, sehingga gerakannya akan makin cepat dan hal ini dapat menyebabkan timbulnya ionisasi di udara. Ionisasi dapat terjadi karena elektron sebagai partikel yang bermuatan negatif dalam gerakannya akan bertumbukan dengan molekul-molekul udara sehingga timbul ionisasi berupa ion-ion dan elektron baru.

Proses ini akan berjalan terus selama ada arus pada jaringan tegangan tinggi dan akibatnya ion dan elektron akan menjadi berlipat ganda terlebih lagi bila gradien tegangannya cukup tinggi. Udara yang lembab karena adanya pepohon di bawah jaringan tegangan tinggi akan lebih mempercepat terbentuknya pelipatan ion dan elektron yang disebut dengan avalanche. Akibat berlipat gandanya ion dan elektron ini (peristiwa avalanche) akan menimbulkan koronaberupa percikan busur cahaya yang seringkali disertai pula dengan suara mendesis dan bau khusus yang disebut dengan bau ozone.Peristiwa avalance yang biasa disebut Radiasi tegangan tinggi.

2.2     Beberapa Penelitian

Hasil penelitian yang sangat memengaruhi pandangan masyarakat dunia tentang hubungan kanker otak pada anak dengan paparan medan elektromagnetik adalah hasil penelitian Wertheimer dan Leper tahun 1979, yang sempat menggoncangkan dunia karena risiko negatif yang dilaporkannya. Sejak penelitian tersebut, berbagai studi epidemiologi dan laboratorium lainnya dilakukan sebagai replikasi dan eskpansi penelitian Wertheimer di berbagai negara. Namun hasil yang didapat justru beragam, bahkan sebagian besar bersifat kontradiktif.

  • Dilaporkan, studi Feyching dan Ahlboum, 1993, meta analisisnya merupakan penelitian yang mendukung hasil Wertheimer, sedangkan studi National Cancer Institute (NCI) tahun 1997 di Amerika Serikat, studi Kanada 1999, studi Inggris 1999-2000 dan studi Selandia Baru menemukan hasil yang tidak mendukung Wertheimer.
  • Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Gerald Draper dan koleganya dari Chilhood Cancer Research Group di Oxford University dan Dr. John Swanson, penasehat sains di National Grid Transco, menemukan bahwa anak-anak yang tinggal kurang dari 200 meter dari jalur tegangan tinggi, saat dilahirkan memiliki risiko menderita leukimia sebesar 70 persen daripada yang tinggal dari jarak 600 meter atau lebih. Ditemukan lima kali lipat lebih besar kasus leukimia pada bayi yang dilahirkan di daerah sekitar SUTET atau sebesar 400 dalam setahun dari 1 persen jumlah penduduk yang tinggal di daerah tersebut. Secara keseluruhan, anak-anak yang hidupnya dalam radius 200 meter dari tiang tegangan tinggi sekitar 70 persen diantaranya terkena leukimia dan yang hidup antara 200-600 meter sekitar 20 persen dibandingkan dengan yang tinggal lebih dari 600 meter. Walaupun demikian, peningkatan risiko leukemia masih ditemukan pada jarak dimana besar medan listrik bernilai di bawah kondisi di dalam rumah, sehingga disimpulkan bahwa peningkatan risiko leukemia tidak diakibatkan oleh medan listrik atau medan magnet yang diakibatkan oleh SUTET.
  • Berdasarkan hasil penelitian Dr. dr. Anies, M.Kes. PKK, pada penduduk di bawah SUTET 500 kV di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Tegal (2004) menunjukkan bahwa besar risiko electrical sensitivity pada penduduk yang bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV adalah 5,8 kali lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang tidak bertempat tinggal di bawah SUTET 500 kV. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pajanan medan elektromagnetik yang berasal dari SUTET 500 kV berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk, yaitu sekumpulan gejala hipersensitivitas yang dikenal dengan electrical sensitivity berupa keluhan sakit kepala (headache), pening (dizziness), dan keletihan menahun (chronic fatigue syndrome). Hasil penemuan Anies menyimpulkan bahwa ketiga gejala tersebut dapat dialami sekaligus oleh seseorang, sehingga penemuan baru ini diwacanakan sebagai “Trias Anies“.
  • Corrie Wawolumaya dari Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pernah melakukan penelitian terhadap pemukiman di sekitar SUTET. Hasilnya tidak ditemukan hubungan antara kanker leukemia dan SUTET.
  • John Moulder mencoba menarik kesimpulan dari ratusan penelitian tentang dampak SUTET terhadap kesehatan. Moulder menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara medan tegangan listrik dan kesehatan manusia (termasuk kanker). Walaupun demikian medan tegangan listrik belum bisa dibuktikan benar-benar aman. Selain itu disepakati juga bahwa jika ada bahaya kesehatan terhadap manusia, maka itu hanya terjadi pada sebagian kecil kelompok.
  • WHO berkesimpulan bahwa tidak banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh medan listrik sampai 20 kV/m pada manusia dan medan listrik sampai 100 kV/m tidak memengaruhi kesehatan hewan percobaan. Selain itu, percobaan beberapa sukarelawan pada medan magnet 5 mT hanya memiliki sedikit efek pada hasil uji klinis dan fisik. Standar WHO pun menyebutkan bahwa manusia tidak akan terpengaruh oleh medan magnet dibawah 100 microtesla. Sedangkan untuk medan listrik, aturan WHO menjelaskan bahwa medan listrik akan berpengaruh pada tubuh manusia dengan standar maksimal 5.000 volt per meter.

 

2.3     Dampak Psikis dan Medis

Keberadaan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang melebihi standart 500 kilovolt -dilihat dari standart medan listrik- dapat mempengaruhi faktor psikis warga yang tinggal di bawahnya. Gangguan psikis itu dapat disebabkan oleh munculnya suara-suara berisik. Salah satunya, berupa letusan yang muncul malam hari ketika arus listrik dengan beban puncak mengalir di tengah tekanan udara yang turun. Letusan muncul seiring pelepasan muatan listrik (korona). Ini terjadi karena arus listrik sedang dalam kapasitas besar dalam waktu malam hari.

Sebagian besar penelitian mengenai SUTET selama 10 tahun terakhir menguatkan pernyataan bahwa medan magnet dan medan listrik tidak berpengaruh langsung terhadap kesehatan warga yang tinggal di bawahnya. Bahkan, masih jauh di bawah ambang batas seperti ketetapan WHO. Dalam suatu penelitian oleh seorang dosen, ditilik dari aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan di kawasan SUTET Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, tidak ditemukan pengaruh signifikan antara medan magnet dan kesehatan warga. Kadar medan magnet di luar rumah hanya tiga mikro Tesla, jauh di bawah ambang batas WHO yang 100 mikro Tesla. Mereka mengatakan, terlalu kecil untuk menimbulkan pengaruh kesehatan warga. Keluhan pusing dan gatal yang banyak dijumpai bisa jadi persepsi terhadap kasus SUTET, mungkin berpengaruh pada munculnya depresi.
Namun, perlu dicatat, di tengah kesimpulan penelitian di atas – yang menjelaskan tidak adanya kaitan langsung SUTET dengan kesehatan – sekelompok peneliti Universitas Airlangga Surabaya tahun 1997 mendapatkan hasil lain. Dari pemeriksaan fisik dan laboratorium responden menunjukkan kecenderungan perubahan bermakna untuk denyut nadi, frekuensi pernapasan, tekanan darah, leukosit, dan limfosit darah. Medan magnet akibat SUTET bisa membahayakan warga dalam jangka panjang. Fakta ini menunjukkan akibat nyata yang diderita warga yang tinggal di bawah SUTET. Ini dapat dilihat dari berita-berita di media dan tayangan di televisi. Mereka banyak yang mengalami ketidaknormalan – gangguan mental, beberapa jenis cacat, berbagai macam penyakit, dan lainnya.

BAB III

KESIMPULAN

Jika dilihat dari sisi ilmu pengetahuan, kawasan sekitar Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) pasti akan terpengaruh oleh dua buah jenis medan yaitu medan magnet dan medan listrik. Standart WHO pun menyebutkan bahwa manusia tidak akan terpengaruh oleh medan magnet dibawah 100 microtesla. Sedangkan untuk medan listrik, aturan WHO menjelaskan bahwa medan listrik akan berpengaruh pada tubuh manusia dengan standart maksimal 5.000 volt per meter.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan, sebenarnya yang berbahaya adalah medan magnet dari SUTET, bukan dampak dari kekuatan medan listriknya. Selama ini, medan listrik hanya menimbulkan efek fisik yaitu berupa suhu panas. Namun, medan magnet menyebabkan efek yang lebih signifikan yaitu dampak pada segi medis dan gangguan psikis.

Salah satu dari kekhawatiran warga yang terlihat – salah satu faktor yang mengganggu rasa aman dan kenyamanan warga di bawah SUTET – yaitu adanya pancaran listrik yang diikuti suara. Padahal, itu merupakan fenomena wajar dan tidak berbahaya selama seseorang tidak berada dalam jarak dekat. Mungkin, kita pun pernah pula mengalami atau melihat hal seperti ini. Fenomena lain yang ditakutkan warga sekitar SUTET adalah lampu neon yang menyala -dengan ditancapkan pada atap di bawah SUTET. Padahal itu merupakan fenomena medan listrik yang tidak berbahaya. Ini karena adanya medan di sekitar kawat berarus listrik.

WHO berkesimpulan bahwa tidak banyak pengaruh yang ditimbulkan oleh medan listrik sampai 20 kV/m pada manusia dan medan listrik sampai 100 kV/m tidak memengaruhi kesehatan hewan percobaan. Selain itu, percobaan beberapa sukarelawan pada medan magnet 5 mT hanya memiliki sedikit efek pada hasil uji klinis dan fisik. Standar WHO pun menyebutkan bahwa manusia tidak akan terpengaruh oleh medan magnet dibawah 100 microtesla. Sedangkan untuk medan listrik, aturan WHO menjelaskan bahwa medan listrik akan berpengaruh pada tubuh manusia dengan standar maksimal 5.000 volt per meter.

 

 

 

 

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: